Cara Mengurus Sertifikat Tanah

Jutaan bahkan puluhan juta rupiah wajib kita siapkan ketika kita akan mengurus sertifikat hak milik (SHM) tanah. Uang sejumlah itu sedianya akan di gunakan sebagai biaya


  1. Formulir pendaftaran (biasanya disiapkan atau hanya dijual dikoperasi yang dikelola Badan Pertanahan Nasional)
  2. Biaya pengukuran (petugas ukur biasanya dikerjakan oleh orang atau lembaga diluar badan pertanahan Nasional)
  3. Pemeriksaan tanah
  4. Dan biaya-biaya lain yang dibutuhkan.

Itulah realita yang selama ini dihadapi oleh masyarakat, baik masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah maupun tingkat ekonomi atas. Sehingga “niat”untuk mengurus sertifikat tanah tidak pernah terwujud.

Sebuah dosa besar bila pejabat yang berwenang (Kepala BPN) yang punya tugas ini tidak kunjung menyelesaikan permasalahan yang sudah puluhan tahun terjadi. Uang yang jumlahnya tidak sedikit itu sebagian besar masuk pungli. Kalau ada kemauan sangat mudah menyelesaikan masalah ini. Cukup Kepala BPN sosialisasi ke desa-desa. (list desa atau wilayah mana yang tanahnya  belum bersertifikat dapat diketahui dari buku catatan yang dimiliki oleh BPN wilayah terkait). Bahwa mengurus sertifikat itu tidak mahal.tapi cukup menyiapkan dukumen yang diperlukan,mulai dari



  1. Dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Surat tanah, yang bisa berupa Leter C, Akta Jual Beli, Akta Hibah, atau Berita Acara Kesaksian, dll)
  3. Tanda batas tanah yang terpasang beserta surat persetujuan pemilik tanah yang berbatasan.
  4. Bukti setor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penghasilan (PPh).
  5. Surat Permohonan

Tetapi rupanya ini justru dibiarkan karena  sebagian besar kepala BPN mewarisi  kontrak gaib dengan orang-orang yang punya pekerjaan sebagai pembuat (Calo) sertifikat tanah.Minimnya informasi dijadikan kesempatan bagi mereka yang paham alur cara membuat sertifikat untuk menjual jasa dengan bandrol jutaan rupiah.

Sebelum mengirmkan tulisan ini ke admin@lapor.co.id dan lapor.sr@gmail.com saya telah menyelesaikan pembuatan sertifikat tanah.Langkah-langkah awal yang saya lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Membeli formulir permohonan sertifikat dikoperasi Badan Pertanahan Nasional kabupaten.
  2. Mengisi semua formulir. Mulai dari surat tanda batas tanah (untuk surat yang satu ini saya isi setelah saya mengundang orang-orang yang memiliki tanah/pekarangan yang berbatasan dengan tanah saya.Mereka saya minta untuk menyaksikan dan mendatangani surat persetujuan pengukuran dan pemasangan patok batas tanah yang dikerjakan oleh pemerintah Desa dan petugas ukur)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *